Rabu, 23 November 2016

pembuatan pupuk organik cair



Cara membuat pupuk organik cair

Cara membuat pupuk organik cair Kali ini alamtani akan membahas cara membuat pupuk organik cair. Pupuk organik cair dalam pembahasan ini mengacu pada pengertian pupuk organik dan pupuk kompos yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya. Secara singkat bisa dikatakan pupuk organik cair adalah pupuk berfasa cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses pengomposan.
Terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan. Pertama adalah pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. Pupuk organik cair semacam ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya dijadikan pupuk.
Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang stabil dan mudah mengendap. Kita tidak bisa menyimpan pupuk tipe ini dalam jangka waktu lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan. Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk pada permukaan tanah disekitar tanaman, tidak disemprotkan ke daun.
Kedua adalah pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila dibiarkan tidak mengendap. Oleh karena itu, sifat dan karakteristiknya pun berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari pupuk padat yang dilarutkan ke dalam air. Tulisan ini bermaksud untuk membahas pupuk organik cair tipe yang kedua.

Sifat dan karakteristik pupuk organik cair

Pupuk organik cair tidak bisa dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah dicerna oleh tanaman.
Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya.
Pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Setiap tanaman mempunyai kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritik, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. Pada daun, meskipun kami belum menemukan angka persisnya, bisa diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu.
Karena sifatnya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk utama lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Untuk mendapatkan kandungan hara mikro, bisa dipilah dari bahan baku pupuk.

Cara membuat pupuk organik cair

  • Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
  • Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
  • Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
  • Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  • Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
  • Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  • Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
  • Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  • Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.
Cara membuat pupuk organik cair
Gambar tempat pembuatan pupuk organik cair

Penggunaan pupuk organik cair

Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang. Caranya dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu kemudian disemprotkan pada tanaman. Kepekatan pupuk organik cair yang akan disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Pada kebanyakan produk, pengenceran dilakukan hingga seratus kalinya. Artinya, setiap 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air.

sumber:http://alamtani.com/pupuk-organik-cair.html

cara budidaya rumput gajah mini

Cara Budidaya dan Menanam Rumput Gajah Mini Di Taman

Bagaimana cara mengembangkan rumput gajah mini di taman ?
Salah satu tanaman penghias dekorasi taman yang saat ini pamornya semakin meningkat dikalangan pecinta tanaman hias mahal ialah rumput gajah mini.
Tanaman yang bernama latin Pennisetum Purpureum Schamach ini tidak hanya bermanfaat untuk menutupi permukaan tanah saja, tetapi juga dapat diandalkan untuk tujuan memperindah pembatas teras dengan taman atau pemanis nat lantai carport.
kampanye
Rumput gajah mini sangat mudah dikenali yaitu memiliki daun berkelir hijau pekat (ada yang muda, licin dan mengkilat dan ada pula yang hijau pekat) yang tepat dimanfaatkan sebagai penghias taman untuk menyegarkan mata yang sedang beristirahat di teras taman.
Daun tanaman ini tebal, tepiannya agak keriting, dan panjang daunnya bisa mencapai 5 cm dengan panjang akar berkisar antara 5-8 cm.
Penampilannya lain dari jenis rumput penghias dekorasi taman yaitu lebih pendek sehingga membuat rumput ini terlihat rapi.
Bagaimana cara menanam hingga merawat rumput gajah mini?
Jika anda tertarik untuk mengetahuinya, ikuti langkah-angkah praktis dari kami di bawah ini untuk memudahkan anda dalam menanam rumput gajah mini di pekarangan rumah :

1). Ketahui prosedur penanaman

Langkah awal adalah ketahui prosedur penanaman rumput gajah mini yang tepat, mulailah dengan menanamkan rumput di dalam sepetak tanah skala kecil dan pastikan ikatan akar rumput dengan tanah telah kuat.
Berikan pukulan perlahan-lahan pada permukaan rumput agar akarnya melekat kuat ke dalam tanah.
Kemudian ratakan posisi rumput dan permukaan tanah dengan memanfaatkan balok kayu atau batu bata.
Terakhir, biarkan rumput tumbuh dan beradaptasi dengan kondisi media baru selama seminggu hingga akar-akar baru mulai tumbuh.

2). Ketahui tempat menjual bibit rumput gajah mini

Pada umumnya, bibit rumput gajah mini bisa dengan mudah dibeli dalam ukuran dan bentuk ikatan yang besar.
Itulah sebabnya, pecah bibit rumput gajah mini tersebut menjadi kelompok-kelompok rumput yang lebih kecil sekitar 3-5 cm.
Kemudian, tanamkan bibit rumput ini ke tanah yang sudah anda siapkan sebelumnya sampai seluruh bagian akarnya tertimbun oleh tanah.
Disarankan agar menanam bibit-bibit rumput ini secara zigzag agar nantinya mendapatkan pertumbuhan rumput yang terlihat rapat, rapi, dan subur.

3). Telitilah kondisi tanah yang akan anda tanami rumput

Rumput gajah mini merupakan salah satu jenis rumput yang menyukai kondisi tanah yang sehat yaitu gembur dan subur.
Sebelum tanah di taman yang telah tersedia bisa ditanami rumput jenis ini, cangkul terlebih dulu semua media supaya benar-benar gembur.
Jangan mencangkul tanah terlalu dalam, cukup sampai mencapai kedalaman 20 cm. Selanjutnya adalah ratakan permukaan tanah sehingga nantinya rumput-rumput yang akan ditanam di atasnya ikut berpermukaan rata.

4). Pelajari cara pemupukan ulang

Taman rumput gajah mini harus dipupuk ulang secara berkala dengan rutin agar kondisi tanahnya tetap dalam keadaan subur.
Idealnya, pemupukan ulang dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan mengaplikasikan pupuk NPK. Umumnya, untuk pemupukan ulang tahap pertama, anda bisa melalukakannya dimulai sejak dua minggu setelah proses penanaman bibit.
Cairkan terlebih dahulu pupuk NPK dengan memakai air secukupnya, lalu siramkan pupuk cair ini pada jarak 20 cm ke kelompok rumput.

5). Kenali teknik penyiraman

Mengingat ukurannya yang kecil dan mungil serta rentan mengalami daun kering dan layu, maka tanaman rumput gajah mini akan cenderung mudah rusak atau membusuk dan mengering jika terkena air terlalu banyak dan bertekanan keras.
Apabila anda hendak menyiram tanaman ini maka lebih bagus menggunakan selang air untuk menjaga susunan rumput yang indah tetap terpelihara dan tidak mudah rusak seketika.
Sebaliknya, penyiraman tanaman dengan memakai air bertekanan rendah akan menghindari kejadian lebih buruk serta memungkinkan rumput tidak tergenangi air dan membusuk pada akar dan daun.


sumber:http://agroteknologi.web.id/cara-budidaya-dan-menanam-rumput-gajah-mini-di-taman/

budidaya tanaman bunga matahari

BUDIDAYA TANAMAN BUNGA MATAHARI YANG BENAR

Bunga matahari ini, termasuk bunga musiman karena hanya bisa tumbuh hanya semusim. Namun bunga ini memiliki beberapa manfaat. Bunga ini juga memeiliki beberapahal yang kita ungkin lom tahu rahasia dibalik itu.

Baik daun maupun bunga dari bunga matahari bersifatheliotropis, yaitu, selalu mengikuti cahaya matahari. Tanaman bunga matahari menyimpan auxin. Auxin merupakan suatu hormon tanaman yang mengendalikan pertumbuhan. Biasanya jumlah auxin lebih banyak di sisi yang jauh dari sinar matahari. Itulah penyebab batang bunga matahari selalu tumbuh ke arah sinar itu. Tetapi, bunga yang sudah mekar penuh tidak lagi bersifat heliotropis. Meski demikian bunga matahari selalu menghadap ke arah timur.



Saat ini, bunga matahari memiliki nilai ekonomis. Biji bunga matahari bisa digunakan untuk menghasilkan minyak yang sangat bagus mutunya. Minyak tersebut bisa digunakan dalam masakan, saus salad, dan margarin. Biji bunga matahari memiliki nilai gizi yang tinggi.

Bunga matahari tidak dapat hidup di daerah yang tergenang air dikarenakan akarnya akan membusuk. Budidaya bunga matahari di Indonesia kurang memuaskan. Blogiztic.net akan mengupas cara budidaya bunga matahari yang benarsebagai berikut.

Bunga matahari ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Tanaman ini cocok di segala alam tetapi tanaman ini paling subur di daerah pegunungan, daerah yang memiliki kelembaban cukup dan banyak mendapatkan sinar matahari langsung. Bunga matahari dapat tumbuh didataran rendah sampai ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Bunga matahari ini diperbanyak dengan biji. Biji benih berasal dari bunga pertama induknya yang sudah tua. Caranya dengan penyemaian. Biji benih diambil dan ditabur dalam bekas yang mengandung tanah basah, ia mudah berkecambah dan cepat membesar. Jika hanya butuh sedikit, cukup menggunakan pot sebagai wahana persemaian. Untuk skala besar, semaikan di bedengan. Tunggu 10 hari sejak masa tabur, atau bila tinggi bibit sekitar 15 – 20 cm, baru boleh dipindahkan ke lokasi tanam. Satu lubang, cukup satu bibit. Jarak tanam sekurang – kurangnya 1 meter persegi. Jika terlalu rapat, batang tak akan berkembang dan bercabang. Besaran bunga pun akan mengecil, bahkan kerdil.

Tanaman bunga matahari sebaiknya ditanam pada tanah gembur. Di awal penanaman, taburkan 3 kg pupuk kandang (kotoran ayam, kotoran kambing, kotoran lembu) per bibit. Ulangi saat tanaman berumur sebulan. Berikan 25 gram ZA per batang. Di usia 1,5 bulan, tambahkan 15 gram TSP per batang. Jangan lupa, perhatikan saluran pembuangan air, hama dan penyakit yang bisa mendera. Umur 2 bulan, bunga dari batang utama mulai kuncup, diikuti cabang – cabang di ruas – ruas daun di bawahnya. Satu batang tanaman bisa menghasilkan 10 – 12 tangkai bunga.

sumber:http://tipspetani.blogspot.co.id/2012/07/budidaya-tanaman-bunga-matahari-yang.html

nama bunga dan gambarnya

Bunga Tulip Afrika
Bunga Tulip AfrikaPohon ini mampu tumbuh antara 7-25 m dan merupakan tanaman asli daerah tropis Afrika. Baru-baru ini, pohon bunga yang indah ini sangat populer di berbagai kebun bunga. Bunga dari tanaman ini warnanya cukup mencolok, setelah menkar berbentuk cangkir, kelopak bunga biasanya berwarna oranye-merah dengan garis kuning di sepanjang tepi dan bagian kelopak berkerut.
Bunga Anemone
Bunga AnemoneBunga Anemone genus dari sekitar 120 spesies tanaman berbunga keluarga dengan Ranunculaceae, tanaman ini asli daerah beriklim sedang. Genus ini masih saudara dengan Pulsatilla (bunga Pasque) dan Hepatica.
Bunga Aster
bunga asterBunga Aster tumbuh dengan baik di tanah lapang, tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh. Jika mekar tanaman ini memiliki diameter sekitar 2 inci. Warna dari bunga asteradalah biru, ungu dan pink. pada bagian tengah bunga aster berwarna kuning.
Bunga Azalea
Bunga AzaleaTidak ada yang lebih indah  azalea setelah mekar. Bunga ini mudah dalam perawatan dan begitu banyak warna yang dimiliki dari jenis tanaman ini. Azalea dapat tumbuh di hampir setiap tempat.

Apple Blossom
Apple BlossomTerdapat lebih dari 7.500 varietas Apple Blossom yang ditanam di seluruh dunia. Bunga ini cukup indah, bagi anda yang hidup di pegunungan dengan cuaca sejuk tidak ada salahnya untuk mencoba menanam bunga ini.
Bunga Asoka
bunga-asoka
Meskipun sebenarnya buka bunga asli dari Indonesia namun bunga ini cukup populer dikalangan masyarakat kita. Bunga ini sangat mudah dalam perawatannya sehingga akan sangat mudah dalam proses penanamannya. Bunga ini senang dengan cahaya sehingga jika anda menanam bunga asoka dan meletakkannya didalam rumah setidaknya anda harus mengeurkannya seminggu 3 kali agar tanaman ini mampu bertahan hidup.Penanaman bunga asoka tidak membutuhkan tehnik khusus dan caranya sangat mudah, anda dapat mengambil tanaman ashoka beserta akarnya lalu memindahkannya pada media yang anda kehendaki, jangan lupa untuk rajin-rajin menyiraminya.
Jika anda ingin bunga asoka bunganya awet untuk berbunga jangan lupa untuk melakukan pemangkasan. Setelah bunga asoka gugur sebaiknya memotongnya agar muncul tunas baru agar berbunga lebih cepat. Jangan lupa untuk menjaga kesuburan tanah dengan memberikannya pupuk dan melakukan penyiraman secara rutin.
Bunga almanda
bunga almandaBunga almanda cukup mudah untuk di pelihara. Tanaman bunga ini tumbuh secara bergerombol dan berkembang dengan sangat cepat. Tanaman hias bunga almanda biasanya ditanam di pot agar lebih mudah untuk di pindahkan.
Spesies paling banyak di minati adalah  Allamanda cathartica. Bunga almanda juga biasa disebut dengan bunga terompet emas, adapula yang menyebutnya bunga lonceng kuning atau golden trumpet.
Bunga almanda aslinya dari Amerika Tengah dan amerika selatan, bunga ini cukup mempesona dengan warna kuning yang indah.
Bunga kenanga
bunga kenangaGambar bunga kenanga
Bunga kenanga adalah bunga asli indonesia, tanaman bunga kenanga memiliki kelopak dengan warna kuning, saat masih muda kelopak bunga berwarna hijau. Kenanga memiliki bau harum sehingga banyak orang suka dengan tanaman bunga hias kenanga.
Bunga Bougainvillea
bonsai-bunga-kertasGambar bunga kembang kertas
Bunga kembang kertas atau Bougenville adalah jawabannya. bunga kembang kertas sangat mudah dalam perawatannya. Jika di pelihara dengan baik, bunga ini akan tumbuh dengan warna warna indahnya. Berikut ini gambar kembang kertas.
Bunga anggrek
hasil-persilangan-anggrek-bulan-2Gambar bunga anggrek
Bunga anggrek sangat cantik dengan berbagai macam jenis yang dapat anda pilih. Kecantikan tanaman anggrek sudah tidak diragukan lagi, kecantikannya bagaikan seorang putri kerajaan namun tanaman juga agak rumit dalam perawatannya.
Bunga anyelir
bunga anyelir
Anyelir dalam bahasa Inggris disebut carnation. Bunga ini banyak menghiasi pekarangan karena keindahannya banyak orang memilih bunga ini untuk menghiasi taman rumah mereka. Bunga anyelir berasal dari daerah Mediterania, bunga ini memiliki warna terang dan berwarna warni sesuai dengan jenisnya.
Bunga Sakura
gambar bunga sakura
Bunga sakura adalah bunga nasional Jepang yang biasanya tumbuh di musim semi. Bagi orang jepang bunga ini menjadi simbol penting yang biasanya merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan.
Berikut ini adalah nama nama bunga lainnya dan gambarnya
Bunga krisan
gambar bunga krisanGambar bunga krisan
Bunga Chicory
Bunga Chicory
Gambar bunga Chicory
Bunga bangkai
gambar bunga bangkai
Bunga kamboja
bunga-kamboja
Gambar bunga kamboja
 Bunga Calendula
Bunga CalendulaBunga Candytuft
Bunga CandytuftBunga Cosmo
Bunga CosmoGambar Bunga Cosmo
Bunga Crocus
Bunga CrocusGambar Bunga Crocus
Bunga Aster
Bunga AsterBunga mawar merah
bunga mawar merah
Gambar bunga mawar merah
Bunga melati
ciri-ciri-bunga-melatiGambar bunga melati
Bunga teratai
Gambar bunga teratai
Bunga belalai gajah
Gambar bunga belalai gajah
Bunga Nerium Oleander
Bunga-Nerium-OleanderGambar Bunga Nerium Oleander
Demikian tadi beberapa nama bunga bersama dengan gambarnya, semoga informasi ini menambah pengetahuan kita terutama tentang tanaman hias terutama bunga.

sumber:https://daunbuah.com/nama-nama-bunga-beserta-gambarnya/

cara mudah menanam tomat dari biji


Cara Mudah Menanam Tomat Dari Biji

Memakan sayuran hasil kebun sendiri rasanya pasti jauh lebih enak, segar dan sehat dibandingkan membeli di pasar. Tomat merupakan sayuran yang sering digunakan dalam olahan sup, sambal dan bumbu lainnya sehingga sebaiknya kalau Anda dapat memanfaatkan lahan pekarangan Anda untuk menanam tomat. Untuk menanam tomat Anda tidak perlu repot-repot membeli bibit tanaman karena sebetulnya Anda dapat menanamnya sendiri menggunakan biji tomat dari buah tomat yang Anda konsumsi jadi lebih hemat kan?



sumber foto: bimbingan.org

  1. Pilih tomat yang akan ditanam. Hindari menggunakan tomat hibrida sebab buah dan bijinya sudah banyak mengandung bahan kimia.
  2. Belah tomat menjadi dua bagian. Ambil bijinya dengan sendok dan letakkan ke dalam mangkuk bersih. Tidak perlu repot mengambil satu per satu biji tersebut.
  3. Biarkan biji tomat di dalam mangkuk selama 2-3 hari. Hal ini dilakukan sebagai proses fermentasi. Tujuannya untuk mencegah penyakit yang bisa menyerang tanaman saat tumbuh lagi. 
  4. Setelah 2-3 hari, cuci bersih biji dengan air segar. Tambahkan beberapa tetes cuka dan garam saat mencuci. Buang benih yang terapung di atas air karena merupakan bibit yang tidak bagus. 
  5. Keringkan benih tersebut.
  6. Simpan biji yang kering tadi di dalam plastik dan taruh di lemari es selama 1-2 minggu. 
  7. Taruh 2-3 biji dalam satu pot, kemudian tutup dengan tanah. Biarkan selama seminggu namun tetap siram sedikit air untuk menjaga kelembapan.
  8. Letakkan pot berisi benih tomat di tempat hangat. Anda dapat menaruhnya di bawah sinar matahari selama beberapa jam saja tapi jangan seharian. 
  9. Bila tomat sudah tumbuh sekitar 4-5 cm, Anda dapat memindahkannya ke tanah langsung di kebun atau tetap dalam pot. Jangan lupa untuk tetap menyiramnya secara teratur.
  10. Hindari memangkas daun-daun tanaman tomat. Ada mitos pemangkasan bisa mempercepat pertumbuhan tomat, sayangnya hal itu tidak benar.
Selamat mencoba cara mudah menanam tomat dari biji dan selamat menikmati tomat hasil kebun sendiri. Anda pun dapat mengolah buah tomat tsb agar lebih tahan dan awet sehingga dapat digunakan sebagai bumbu di kemudian hari. Jangan lupa lindungi tanaman Anda dari serangan hama, rawat dan sayangilah tanaman tomat Anda :-).


sumber:http://www.duniakebun.com/2014/09/cara-mudah-menanam-tomat-dari-biji.html

cara menanam tanaman cabe dengan metode hidroponik



Cara Menanam Tanaman Cabe dengan Metode Hidroponik yang Mudah dan Sederhana

Tanaman Hidroponik – Saat ini menanam dengan metode hidroponik semakin digemari, terutama untuk masyarakat perkotaan dan sekitarnya. Bertanam dengan metode hidroponik sangat cocok menjadi pilihan karena bertanam dengan metode ini tidak harus memerlukan lahan yang luas.
Tanaman yang dapat ditanam dengan metode hidroponik sangat banyak jenisnya, salah satunya cabe. Cabe sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk keperluan memasak. Seperti kalau memasak tidak ada cabe kurang lengkap rasanya. Apalagi untuk kita masyarakat Indonesia yang sangat doyan sambal.
Cabe bisa kita temui dimanapun, namun yang menjadi kendala adalah harganya yang sering melonjak naik. Sehingga mengakibatkan pengeluaran belanja dapur kita ikut naik. Lalu bagaimana untuk bisa mengatasinya? Salah satunya jawaban yang pas adalah anda bisa mencoba menanam sendiri.
Jika anda terkendala lahan, anda dapat menggunakan metode bertanam dengan metode hidroponik yang tidak memerlukan lahan yang luas. Untuk itu kali ini saya akan mencoba membahas bagaimana cara menanam tanaman hidroponik cabai.
Berikut cara-cara menanam hidroponik tanaman cabe :

1. Persiapan Benih Cabe

Benih tanaman hidroponik cabe
psikek.wordpress.com
Hasil yang bagus berasal dari benih yang bagus. Itulah faktor pertama yang mempengaruhi hasilnya nanti. Benih cabe bisa anda dapatkan dari berbagai tempat dan berbagai cara. Yang paling mudahnya bahkan anda dapat mengambil benih dari cabe yang ada di dapur anda.
Cabe yang dipilih untuk diambil bijinya yang ingin dijadikan benih, pertama kita keringkan dengan cara di angin-anginkan. Setelah cabe kering baru diambil bijinya dan masukkan ke dalam air, ambil biji yang tenggelam untuk dijadikan benih. Cabe yang anda pilih untuk ditanam bebas sesuai selera anda, mau cabe rawit atau cabe keriting tetap sama prosesnya.
Benih cabe bisa anda dapatkan juga dengan membeli di toko-toko pertanian di sekitar tempat tinggal anda. Atau anda bisa juga membeli secara online.

2. Penyemaian Benih Cabe

proses penyemaian benih dari tanaman hidroponik cabe
www.gerbangpertanian.com
Setelah anda menyiapkan benih cabe langkah selanjutnya adalah penyemaian. Penyemaian cabe untuk ditanam dengan metode hidroponik sama prosesnya dengan penyemaian cabe yang menggunakan media tanah. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut:
1. Rendam benih cabe yang akan disemai. Perendaman dilakukan bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan kecambah. Pastikan benih cabe yang digunakan adalah biji cabe yang tenggelam, untuk yang terapung anda dapat membuangnya.
Benih cabe lebih baiknya kita rendam dengan ditambahkan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang berguna untuk mempercepat pertumbuhan cabe.
2. Setelah perendaman, bungkus benih cabe dengan menggunakan kain basah selama seharian. Ini dimaksudkan untuk mempercepat proses berkecambahnya benih cabe. Setelah kecambah muncul kemudian kita bisa lakukan penyemaian. Tempat untuk dijadikan tempat semai bisa anda dapatkan di toko pertanian atau menggunakan wadah plastik yang telah diberi media berupa sekam bakar atau sabut kelapa.
3. Tabur benih ke media semai yaitu sekam bakar atau sabut kelapa yang anda gunakan tadi. Siram dengan air namun jangan sampai menggenang. Pastikan bahwa biji benih tenggelam dan tertutupi oleh sekam bakar atau sabut kelapa.
Letakkan persemaian benih cabe di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Siram setiap pagi sampai benih tumbuh dan siap ditanam.

3. Transplanting Tanaman Hidroponik Cabe

proses pemilihan dan pemindahan bibit tanaman hidroponik cabe
www.flickr.com
Proses transplanting merupakan proses memindahkan bibit dari media semai ke media pertumbuhan. Benih cabe yang sudah disemai dan sudah muncul daun semu beberapa pasang lalu berikutnya akan tumbuh daun sejati. Jika daun sejati sudah tumbuh maka bibit cabe bisa dipindahkan ke pot atau polybag.
Bibit yang dipindahkan bisa ditempatkan ke pot atau polybag atau tempat lain yang memiliki fungsi sama. Besar kecilnya ukuran dapat dikira-kira. Untuk berikutnya isi dengan media porous seperti sekam bakar dicampur hidroton, kerikil, atau pecahan genting. Sistem penanaman bisa menggunakan sistem wisk, deep water culture atau pot/polybag.

4. Perawatan dan Pemberian Nutrisi Hidroponik

cara merawat dan pemberian nutrisi tanaman hidroponik cabe
caraberkebun.com
Nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik merupakan faktor terpenting dalam cara menanam hidroponik. Nutrisi hidroponik sebagian besar berisi campuran NPK yang terdiri dari nitrogen, fosfor, dan kalium. Anda dapat membeli nutrisi hidroponik di toko pertanian atau mencari melalui internet.
Nutrisi hidroponik kini sudah tersedia khusus untuk cabe, yang perlu diperhatikan adalah dosis penggunaan nutrisi tersebut. Lebih baiknya anda membaca terlebih dulu penggunaannya sesuai dosis yang diperlukan di tahap pertumbuhan tanaman cabe.
Dalam masa pertumbuhan tanaman cabe harus sering dicek agar ketersediaan nutrisi tetap terjaga dan tanaman terbebas dari hama dan penyakit. Ketersediaan larutan nutrisi jangan sampai habis atau mengering. Jika larutan nutrisi mulai berkurang anda dapat menambahnya.
Tanaman cabe harus terbebas dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cabe adalah seperti tungau, kutu daun, ulat, antraknosa, busuk buah, dan lain sebagainya. Jika belum terlalu parah, pengendalian bisa dilakukan dengan membuang dan menghilangkan bagian yang terinfeksi.
Guna memenuhi kebutuhan unsur hara mikro tanaman cabe, di saat masa pertumbuhan vegetatif setiap seminggu sekali tanaman baiknya disemprot dengan pupuk daun. Jika sudah memasuki fase generatif , semprot tanaman cabe dengan pupuk buah. Anda bisa memakai gandasil A/B, growmore, bayfolan, POC, Nasa atau supergrow.
Tanaman cabe akan mulai bisa berbuah dan dipanen di saat mulai menginjak umur dua bulan hingga tiga bulan setelah tanam. Pastikan semua tanaman terawat dengan baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Demikian tentang cara bertanam hidroponik cabai, selamat mencoba dan semoga bermanfaat

sumber:http://kampoengilmu.com/tanaman-hidroponik-cabe/

Rabu, 16 November 2016

membuat media tanam sayuran dalam polybag

Membuat media tanam sayuran dalam polybag

Media tanam sayuran dalam polybag
alamtani
Media tanam merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan dalam kegiatan bercocok tanam. Media tanam akan menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya mempengaruhi hasil produksi. Jenis-jenis media tanam sangat banyak dan beragam. Apalagi dengan berkembangnya berbagai metode bercocok tanam, seperti hidroponik dan aeroponik.
Setiap jenis tanaman membutuhkan sifat dan karakteristik media tanam yang berbeda. Misalnya, tanaman buah membutuhkan karakter media tanam yang berbeda dengan tanaman sayuran. Tanaman buah memerlukan media tanam yang solid agar bisa menopang pertumbuhan tanaman yang relatif lebih besar, sementara jenis tanaman sayuran daun lebih memerlukan media tanam yang gembur dan mudah ditembus akar.
Nah, kali ini kami akan membahas media tanam yang biasa digunakan untuk budidaya sayuran organik dalam polybag ataupun pot. Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan yang banyak tersedia di alam dan bisa dikerjakan sendiri. Cara yang akan kami uraikan cocok digunakan untuk budidaya tanaman organik karena tidak menggunakan tambahan pupuk kimia, pestisida, herbisida, dan obat-obatan lainnya.

Syarat media tanam yang baik

Media tanam memiliki fungsi untuk menopang tanaman, memberikan nutrisi dan menyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lewat media tanam tumbuh-tumbuhan mendapatkan sebagian besar nutrisinya. Untuk budidaya tanaman dalam wadah pot atau polybag, media tanam dibuat sebagai pengganti tanah. Oleh karena itu, harus bisa menggantikan fungsi tanah bagi tanaman.
Media tanam yang baik harus memiliki sifat-sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Secara umum, media tanam yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
  • Mampu menyediakan ruang tumbuh bagi akar tanaman, sekaligus juga sanggup menopang tanaman. Artinya, media tanam harus gembur sehingga akar tanaman bisa tumbuh baik dan sempurna, akan tetapi masih cukup solid memegang akar dan menopang batang agar tidak roboh. Apabila media terlalu gembur, pertumbuhan akar akan leluasa namun tanaman akan terlalu mudah tercerabut. Sebaliknya apabila terlalu padat, akar akan kesulitan untuk tumbuh.
  • Memiliki porositas yang baik, artinya bisa menyimpan air sekaligus juga mempunyai drainase (kemampuan mengalirkan air) dan aerasi (kemampuan mengalirkan oksigen) yang baik. Media tanam harus bisa mempertahankan kelembaban tanah namun harus bisa membuang kelebihan air. Media tanam yang porous mempunyai rongga kosong antar materialnya. Media tersebut tersebut isa ditembus air, sehingga air tidak tergenang dalam pot atau polybag. Namun disisi lain ronga-rongga tersebut harus bisa menyerap air (higroskopis) untuk disimpan sebagai cadangan dan mempertahankan kelembaban.
  • Menyediakan unsur hara yang cukup baik makro maupun mikro. Unsur hara sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini bisa disediakan dari pupuk atau aktivitas mikroorganisme yang terdapat dalam media tanam.
  • Tidak mengandung bibit penyakit, media tanam harus bersih dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang terkandung dalam media tanam dapat menyerang tanaman dan menyebabkan kematian pada tanaman. Media tanam tidak harus steril karena banyak mikrooganisme tanah yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi tanaman, namun harus higienis dari bibit penyakit.
Media tanam organik untuk sayuran dalam polybag

Bahan-bahan media tanam organik

Ada banyak ragam material yang bisa dimanfaatkan untuk membuat media tanam mulai dari yang alami hingga yang sintetis. Namun dalam kesempatan kali ini kami hanya akan membatasi pada beberapa bahan organik yang banyak tersedia di alam, murah dan gampang pembuatannya.

a. Tanah (bahan utama)

Tanah yang baik untuk media tanam sebaiknya diambil dari lapisan bagian (top soil). Secara umum terdapat dua tipe tanah yaitu yang harus diperhatikan yakni tanah pasir dan tanah lempung. Tanah yang berpasir memiliki kemampuan drainase yang baik, cepat mengalirkan air namun kelemahannya tanah tersebut buruk dalam menyimpan air sebagai cadangan. Sedangkan tanah lempung lebih sulit ditembus oleh air sehingga akan membuat air tergenang dalam media tanam. Tanah yang baik untuk media tanaman tidak terlalu berpasir dan tidak terlalu lempung, melainkan harus gembur.

b. Kompos atau humus

Kompos merupakan bahan organik yang berfungsi sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang digunakan untuk media tanam adalah kompos padat, silahkan baca jenis dan karakteristik pupuk kompos. Hampir semua jenis kompos padat bisa digunakan sebagai bahan baku media tanam.
Penambahan bahan-bahan organik seperti kompos atau humus pada media tanam bisa memperbaiki struktur fisik tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kompos yang ditambahkan sebaiknya berupa kompos yang telah matang. Kompos yang belum matang berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Selain itu unsur haranya sulit diserap tanaman karena belum terurai secara penuh.
Selain kompos, bisa juga memanfaatkan humus yang didapatkan dari hutan. Tanah humus memiliki kandungan unsur hara yang tinggi. Bila lokasi anda dekat dengan hutan, tanah humus bisa dicari dengan mudah. Tempat-tempat terbaik adalah disekitar tanaman pakis-pakisan.
Unsur bahan organik lain juga bisa digunakan sebagai pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja perlu digarisbawahi, sebaiknya gunakan pupuk kandang atau hijau yang telah matang benar dan teksturnya sudah berbentuk granul seperti tanah. Penggunaan pupuk kandang yang belum matang beresiko membawa hama dan panyakit pada tanaman.

c. Arang sekam atau sabut kelapa

Arang sekam merupakan hasil pembakaran tak sempurna dari sekam padi. Arang sekam berguna untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah. Penambahan arang sekam pada media tanam akan memperbaiki struktur media tanam karena mempunyai partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan air, udara dan menjaga kelembaban.
Manfaat arang sekam adalah bisa menetralisir keasaman tanah, menetralisir racun, meningkatkan daya ikat tanah terhadap air, merangsang pertumbuhan mikroba yang menguntungkan bagi tanaman, menjadikan tanah gembur sehingga memperbaiki drainase dan aerasi tanah. Arang sekam lebih baik dibanding sekam padi, karena arang sekam sudah mengalami pembakaran yang bisa menghilangkan bibit penyakit atau hama yang mungkin saja terikut.
Selain arang sekam, bisa juga digunakan sisa-sisa sabut kelapa (coco peat). Sabut kelapa mempunyai sifat seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok digunakan di daerah yang kering dengan curah hujan rendah. Sabut diambil dari bagian kulit kelapa yang sudah tua.

Cara membuat media tanam organik

Berikut ini cara-cara membuat media tanam polybag atau pot dengan menggunakan bahan baku yang telah diterangkan di atas. Untuk membuat media tanam yang baik diperlukan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara. Bahan baku yang akan digunakan dalam tutorial berikut adalah tanah top soil, kompos dan arang sekam. Berikut langkah-langkahnya:
  • Siapkan tanah yang terlihat gembur dan subur, lebih baik diambil dari bagian paling atas. Kemudian ayak tanah tersebut hingga menjadi butiran-butiran halus. Usahakan tanah dalam keadaan kering sehingga tidak menggumpal. Tanah yang menggumpal akan menyebabkan bahan-bahan tidak tercampur dengan merata.
  • Siapkan kompos yang telah matang, bisa dari jenis kompos biasa, bokashi atau kompos takakura. Ayak kompos atau humus tersebut sehingga menjadi butiran halus.
  • Siapkan arang sekam, silahkan baca cara membuat arang sekam.
  • Campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah. Komposisi campuran adalah 2 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang sekam (2:1:1). Aduk hingga merata.
  • Siapkan pot atau polybag, masukkan campuran tersebut kedalamnya. Media tanam sudah siap digunakan.

sumber:http://alamtani.com/media-tanam-sayuran-polybag.html