Pertanian
Sebagai Penyedia Pangan
Setelah oksigen dan air, kebutuhan manusia terpenting berikutnya adalah
makanan
(pangan). Sampai sejauh ini, pangan masih disediakan oleh pertanian (dalam arti luas :
daging oleh peternakan dan perikanan). Teknologi modern yang ada sekarang pun belum
dapat membuat makanan sintetis, sehingga untuk kebutuhan pangannya, manusia
masih
mengandalkan produk
-
produk pertanian.
Peranan pertanian
sebagai penyedia pangan
akan semakin krusial dikarenakan
populasi umat manusia di bumi ini bertambah
sekitar 2% pertahun, sementara peningkatan
produktivitas pertanian justru lebih rendah dan selalu berkisar kurang dari 2%.
Ironisnya,
populasi terbanyak umat manusia terdapat di negara
-
negara berkembang yang memiliki
produksi dan produktivitas pertani
an yang rendah, sementara produksi dan produktivitas
serta pemasarannya, dikuasai oleh negara
-
negara maju yang populasinya relat
if lebih kurang.
Pertanian
Sebagai Penyedia Bahan Papan
Walaupun papan atau perumahan, dapat dibuat dari berbagai bahan sintetis, semisal
plastik, seng, beton, dll., tetapi sebagian besar bahannya menggunakan produk pertanian,
terutama kayu.
Kayu dan bahan produk pertanian lainnya juga menjadi bahan baku berbagai
mebeler.
Pertanian
Sebagai Penyedia Faktor Keamanan
Produk pertanian juga banyak digunakan sebagai bahan baku berbagai alat
-
alat
keamanan, karena beratnya yang ring
an dan mudah dibentuk, misalnya bagian dari
komponen senjata, dan alat
-
alat perlindungan dan beladiri lainnya.
Komponen terbesar dari
sebuah rumah juga berbahan baku kayu yang merupakan produk pertanian. Rumah adalah
bangunan yang ditujukan untuk keamana
n dan tempat tinggal keluarga, yang melindungi
dari cuaca dan faktor
-
faktor pengancam keamanan lainnya.
Pertanian
Sebagai Sumber Nafkah (Bidang Pekerjaan)
Produk kegiatan pertanian merupakan barang
-
barang bernilai ekonomis yang dapat
diperjualbelikan, se
hingga kegiatan pertanian, bukan saja sebagai suatu upaya untuk
memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat merupakan pekerjaan untuk mendapatkan
nafkah. Dari proses produksinya
(bibit, benih, pupuk dan sarana peralatan lainnya)
,
pemeliharaan,
pemanenan
, pengolahan, pengepakan, pemasaran,
pembiayaan,
dll.
melibatkan berbagai jenis usaha dan pekerjaan, dan telah menjadi mata pencaharian berjuta
-
juta orang di seluruh dunia.
Jika suatu kegiatan non
-
pertanian koleps atau bangkrut, contohnya ketika PT
Dirgan
tara Indonesia dan berbagai bank mengalami krisis dan bangkrut, maka usaha yang
pertama yang dipilih oleh orang
-
orang yang kehilangan mata pencaharian adalah kegiatan
pertanian. Sejarah krisis ekonomi di seluruh dunia membuktikan bahwa ketika lapangan
ker
ja lain tidak ada, manusia kembali ke pertanian.
Pertanian
Sebaga
i Faktor Sosio
-
Politik
Mengingat produk pertanian bernilai ekonomi tinggi, maka tentunya dapat
digunakan sebagai suatu a
lat sosio
-
politik. Pemerintah suatu negara
yang gag
al
menyediakan pr
oduk pertanian, terutama pangan
yang cukup untuk rakyatnya sudah
terbukti banyak yang jatuh.
Uni Sovyet sebagai negara adikuasa ternyata terpecah
-
pecah
menjadi puluhan negara
-
negara kecil, bukan oleh senjata nuklir tetapi oleh ketidakmampuan
3
|
T a r k u s S u g a n d a : M a n f a a t P e r t a n i a n
Pemerintahann
ya dalam menyediakan keadilan pangan yang cukup buat rakyatnya.
Rakyat
yang kelaparan dapat berdemonstrasi bahkan menimbulkan kekacauan jika perut mereka
kosong karena produk pertanian sulit dan mahal.
Pertanian
Sebagai Penyedia Bahan Baku Industri
Produk pertanian, selain dapat dikonsumsi secara langsung banyak juga yang
merupakan bahan baku berbagai jenis industri. Sebagai contoh, tanaman obat merupakan
bahan baku industri jamu dan farmasi, tanaman berminyak, a.l. kelapa sawit, kacang tanah,
bunga
matahari, kanola, menjadi bahan baku industri minyak. Sementara getah karet
menjadi bahan baku industri ban dan industri yang menggunakan lateks.
Dari berbagai bahan baku tanaman, tersebar berbagai jenis industri yang sering juga
berupa rangkaian indust
ri dari hulu sampai ke hilir. Berjuta
-
juta orang sangat tergantung
dari tetap berlangsungnya kegiatan industri
-
industri tersebut. Jika bahan baku tidak dapat
lagi disuplai oleh dunia pertanian, dapat dibayangkan apa yang akan terjadi.
Pertanian
Sebagai Sumber Devisa Negara
Produk pertanian juga tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri di dalam negeri, tetapi
banyak juga yang dapat diekspor untuk memenuhi kebutuhan negara
-
negara lain. Kegiatan
ekspor ini akan menghasilkan devisa yang sangat penting untuk me
mbiayai pembangunan.
Di antara produk pertanian Indonesia yang banyak diekspor adalah kayu, kakao, kopi, karet,
rotan, dll.
Pertanian
Sebagai Industri Pariwisata Dan Kesehatan Rohani
Tanaman pertanian maupun tumbuhan liar, contohnya perkebunan teh dan g
unung
yang menghijau merupakan obyek pariwisata dan p
enyedia kesehatan rohani, terutama bagi
orang yang sudah penat dan suntuk serta lelah bekerja. Setiap akhir pekan, apalagi saat
liburan, jalur Puncak Cianjur yang sejuk dan teduh serta menenangkan, sela
lu dipenuhi oleh
orang
-
orang untuk berlibur atau menenangkan diri.
Bayangkan hanya dengan menyediakan
alam yang asri dan indah, pemasukan dari sektor pariwisata di Puncak sudah sangat
berkonstribusi kepada nilai ekonomi dari tanaman tehnya sendiri.
Kalau
, semakin lama
semakin banyak pejabat dan orang kaya mengonversi hutan dan kebun teh di Puncak
menjadi vila
-
vila dan hotel untuk kesenangan segelintir orang, berapa banyak kerugian yang
akan dialami.
Perikanan, sub
-
bidang pertanian lain, kini bukan saja m
enjadi pemasok protein
hewani sebagaimana subbidang peternakan, tetapi juga menjadi sebuah alat hiburan dan
pelepas penat juga. Kolam pancing menjamur dimana
-
mana dengan peminat dari segala
lapisan kehidupan dan berbagai tahapan usia.
Beberapa point di
atas, kiranya cukup menggambarkan betapa multifungsinya
pertanian bagi kehidupan manusiasumber:http://blogs.unpad.ac.id/tarkus7558/files/2011/09/MANFAAT-PERTANIAN-BAGI-KEHIDUPAN-MANUSIA.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar